Minggu, 03 Juli 2016
Rabu, 29 Juni 2016
"JALUR PENDAKIAN RINJANI TERBARU"
Ini dia jalur terbaru pendakian Gunung Rinjani... Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) baru saja membuka jalur baru
menuju Danau Segara Anakan melalui Desa Air Berik, Kecamatan
Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah.
Jalur pendakian Gunung Rinjani Aik Berik baru resmi dibuka 20
Mei 2016. Sebenarnya, jalur ini sudah lama digunakan beberapa pendaki,
namun belum sepopuler jalur Senaru dan Sembalun. BTNGR baru meresmikan
jalur ini karena mempertimbangkan animo pendakian Gunung Rinjani.
Jalur ini relatif lebih dekat jika dibandingkan dengan jalur pendakian Rinjani via Sembalun. Jika melewati jalur ini, para pendaki membutuhkan waktu sekitar 8 jam untuk mencapai Danau Segara Anakan. Terpaut 2 jam lebih cepat dari jalur Sembalun yang memerlukan waktu 10 jam untuk sampai di Segara Anakan.
Jika Anda mendaki melalui jalur ini, Anda tak perlu khawatir untuk kekurangan persediaan air. Karena Anda bisa memperoleh 6 sumber mata air di sepanjang jalur pendakian Gunung Rinjani Aik Berik. Keenam sumber mata air tersebut adalah Sungai Tereng, Sungai Geres, Monte, Pondok Amak Ros, Sungai Umar Maye dan di Sungai Terakhir yang berada di bawah Pelawangan Umar Maye.
Mendaki melalui jalur Aik Berik mempunyai beberapa keuntungan. Selain jarak waktu tempuh yang lebih singkat, Anda akan disuguhi panorama alam yang indah dan hutan yang lebat. Trek pendakian juga cenderung lebih landai. Bonusnya lagi, Anda bisa bertemu aneka ragam satwa hutan liar seperti rusa, babi rusa, landak, dan berbagai jenis burung.
Untuk mencapai jalur baru ini, Anda bisa terbang menuju Lombok Tengah. Setelah itu, Anda bisa menggunakan mobil atau kendaraan lain menuju kecamatan Batukliang. Dari Batukliang, Anda pergi menuju Desa Aik Berik.
Dengan resmi dibukanya jalur pendakian Gunung Rinjani Aik Berik berarti total terdapat 4 jalur pendakian Gunung Rinjani. Tiga lainnya yaitu Jalur Timbanuh Kecamatan Pringgasela, Jalur Sembalun Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur, dan Jalur Senaru Kabupaten Lombok Utara.
| Air Terjun Benang Stokel |
Jalur ini relatif lebih dekat jika dibandingkan dengan jalur pendakian Rinjani via Sembalun. Jika melewati jalur ini, para pendaki membutuhkan waktu sekitar 8 jam untuk mencapai Danau Segara Anakan. Terpaut 2 jam lebih cepat dari jalur Sembalun yang memerlukan waktu 10 jam untuk sampai di Segara Anakan.
Jika Anda mendaki melalui jalur ini, Anda tak perlu khawatir untuk kekurangan persediaan air. Karena Anda bisa memperoleh 6 sumber mata air di sepanjang jalur pendakian Gunung Rinjani Aik Berik. Keenam sumber mata air tersebut adalah Sungai Tereng, Sungai Geres, Monte, Pondok Amak Ros, Sungai Umar Maye dan di Sungai Terakhir yang berada di bawah Pelawangan Umar Maye.
Mendaki melalui jalur Aik Berik mempunyai beberapa keuntungan. Selain jarak waktu tempuh yang lebih singkat, Anda akan disuguhi panorama alam yang indah dan hutan yang lebat. Trek pendakian juga cenderung lebih landai. Bonusnya lagi, Anda bisa bertemu aneka ragam satwa hutan liar seperti rusa, babi rusa, landak, dan berbagai jenis burung.
Untuk mencapai jalur baru ini, Anda bisa terbang menuju Lombok Tengah. Setelah itu, Anda bisa menggunakan mobil atau kendaraan lain menuju kecamatan Batukliang. Dari Batukliang, Anda pergi menuju Desa Aik Berik.
Dengan resmi dibukanya jalur pendakian Gunung Rinjani Aik Berik berarti total terdapat 4 jalur pendakian Gunung Rinjani. Tiga lainnya yaitu Jalur Timbanuh Kecamatan Pringgasela, Jalur Sembalun Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur, dan Jalur Senaru Kabupaten Lombok Utara.
("RUMAHKU,ISTANAKU, SYURGAKU....")
Sebuah rumah kecil berdiri di pinggir jalan, sebuah kampung di desaku.. sederhana, namun penuh makna, makna perjuangan dalam kehidupan. Tempat aku dan keluarga kecilku bernaung, tempat dimana kami setiap pagi berangkat mencari rizki, menuntut ilmu, hingga saat kami harus kembali pulang...
Tempat istirahat sederhana yang terbangun dari asa dan harapan, tempat berteduh dari terik mentari dan hujan. ya Inilah rumahku, syurgaku adalah rumahku, setidaknya inilah yang dapat ku ungkapkan. Perasaan Syukur atas kemurahan Tuhan ketika hamba mempunyai keinginan dan terus berjuang tuk meraihnya. "ISTIQOMAH"...
Rasa syukur juga tak lepas dari pengalaman sejak kecil saat orang tuaku yang PNS kelas rendah membawa kami (tiga bersaudara) pindah rumah (dinas) setiap 3/4 tahun. Baru pada saat menginjak kelas II SMU akhirnya sebuah rumah terbeli oleh bapak dari sisa-sisa gaji selama bertahun-tahun...
Dan..
Kini dalam usia 5 tahun perkawinan, aku dapat membangun "RUMAH IMPIAN" yang dulu sangat sulit terwujud dalam keluarga kami... Segala Puji bagiMu Allahu Rabbi... Terima kasih bapak-ibu, atas segalanya hingga saat ini..Istriku tercinta yang mendampingi sejak Pertama Ijab Qabul hingga saat ini menjelang kelahiran putra ketiga kita... Anak-anakku yang telah mewarnai hari-hariku menjadi penuh keceriaan...
Tempat istirahat sederhana yang terbangun dari asa dan harapan, tempat berteduh dari terik mentari dan hujan. ya Inilah rumahku, syurgaku adalah rumahku, setidaknya inilah yang dapat ku ungkapkan. Perasaan Syukur atas kemurahan Tuhan ketika hamba mempunyai keinginan dan terus berjuang tuk meraihnya. "ISTIQOMAH"...
Rasa syukur juga tak lepas dari pengalaman sejak kecil saat orang tuaku yang PNS kelas rendah membawa kami (tiga bersaudara) pindah rumah (dinas) setiap 3/4 tahun. Baru pada saat menginjak kelas II SMU akhirnya sebuah rumah terbeli oleh bapak dari sisa-sisa gaji selama bertahun-tahun...
Dan..
Kini dalam usia 5 tahun perkawinan, aku dapat membangun "RUMAH IMPIAN" yang dulu sangat sulit terwujud dalam keluarga kami... Segala Puji bagiMu Allahu Rabbi... Terima kasih bapak-ibu, atas segalanya hingga saat ini..Istriku tercinta yang mendampingi sejak Pertama Ijab Qabul hingga saat ini menjelang kelahiran putra ketiga kita... Anak-anakku yang telah mewarnai hari-hariku menjadi penuh keceriaan...
Selasa, 28 Juni 2016
KERAJINAN ANYAMAN BAMBU DESA LOYOK (identitas yang mulai memudar....)
| Miniatur Alang (Balai khas Lombok) |
Pada tahun 1990 an kerajinan anyaman bambu di Desa Loyok Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur sangat terkenal hingga ke Mancanegara, mulai dari ASIA Tenggara, Amerika, Eropa dan lain-lain, salah satu yang saya ingat adalah seorang Ibu Guru Seni bernama Patt Grayston dari Shellbrook, Canada.
Saat itu saya masih di bangku Sekolah Dasar di sebuah Dusun desa Montong Ba'an, hampir setiap kali ke rumah almarhum Niniq (Kakek) selalu menjumpai inaq-inaq, dedare-dedare, kanak-kanak, sedang sibuk "ngulat" (menganyam).
![]() |
| Ibu-ibu muda sedang membuat anyaman "GANDEK" pesanan. |
Tahun-tahun gemilang "Kejayaan Kerajinan Anyaman Desa Loyok" membawa berkah yang lumayan bagi para pengrajin dan bahkan para pemuda-pemuda desa, karena mereka dapat mengumpulkan uang dari menerima pekerjaan dari pengusaha-pengusaha "ART SHOP" yang mendapat pesanan dari Bos-Bos eksportir dari Bali dan Daerah lainnya. Para pengusaha ART SHOP banyak yang sukses... Namun tanpa disangka situasi yang cukup nyaman itu terhenti karena peristiwa "Bom Bali" meletus, Pengusaha dan pengrajin anyaman pun harus menerima dampaknya. Pesanan terhenti dan para pengrajin harus mencari pekerjaan tetap lainnya demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Saat ini masih tersisa sedikit saja "ART SHOP di Desa Loyok, itu karena sang pemilik ART SHOP juga menekuni pembuatan kerajinan anyaman bambu, meskipun pesanan(order) dari Pengusaha hanya sedikit.
Hal ini juga sangat berpengaruh terhadap minat generasi muda, terutama anak-anak untuk mempelajari cara pembuatan berbagai anyaman bambu ini. Dibutuhkan adanya pembinaan dan perhatian dari pemangku kebijakan di Daerah (Kabupaten dan Propinsi) untuk melestarikan Budaya, Keterampilan yang sudah sejak lama menjadi IDENTITAS Desa ini.
Semoga dengan terbitnya tulisan ini ada Pihak yang memberikan respons positif baik berupa saran, syukur-syukur ada Program Pemberdayaan demi Tumbuh dan Berkembangnya perekonomian masyarakat seiring dengan semakin meningkatnya kunjungan touris Mancanegara berkat adanya BANDARA INTERNASIONAL serta Program Pemerintah Propinsi NTB VISIT LOMBOK SUMBAWA, semoga juga ada Visit LOYOK dan lainnya, Amin...
Selasa, 05 April 2016
LKM DESA : Solusi Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan
http://www.kancantaradio.com/lkm-desa-solusi-pengembangan-ekonomi-masyarakat-pedesaan/
Copas dari Website diatas, karena hal ini terkait dengan pekerjaan sebagai Penyelia Mitra Tani... Sosialisasi OJK sudah sampai ke tingkat Kecamatan di Kombok Timur..
Posted on 01/04/2016 by kancanta
Lembaga Keuangan Mikro (LKM) sudah banyak
dibentuk untuk memberikan layanan jasa keuangan bagi masyarakat. Saat ini sudah
lebih dari 637 ribu LKM di seluruh Indonesia. Di tingkat desa dinamakan LKM
Desa, di kecamatan disebut LKM Kecamatan dan begitu juga di tingkat kabupaten
dengan nama LKM Kabupaten. Karena prinsip utama pendirian LKM adalah untuk
membangun masyarakat lokal. LKM hanya bersifat melayani masyarakat setempat.
LKM Desa hanya akan melayani masyarakat di desa setempat. Begitu seterusnya
dengan LKM Kecamatan yang akan melayani masyarakat di lingkup kecamatannya dan
sama halnya dengan LKM Kabupaten yang hanya akan melayani masyarakat yang ada
di wilayah kabupatennya.
Copas dari Website diatas, karena hal ini terkait dengan pekerjaan sebagai Penyelia Mitra Tani... Sosialisasi OJK sudah sampai ke tingkat Kecamatan di Kombok Timur..
Posted on 01/04/2016 by kancanta
Lotim, kancantaradio.com
– Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Desa merupakan lembaga yang bergerak dalam
bidang pelayanan jasa keuangan yang hadir sebagai solusi untuk mengatasi
sejumlah kendala yang dihadapi masyarakat terkait peminjaman modal yang sedikit
rumit pada lembaga keuangan formal. Meskipun sebenarnya, pemerintah telah
mengeluarkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dihajatkan bagi
pengembangan perekonomian di tataran akar rumput dengan bunga pinjaman rendah.
Namun, program kredit lunak tersebut, jarang sekali dinikmati masyarakat kecil
karena terkendala persyaratan perbankan. Dengan lahirnya LKM Desa yang didasari
keluarnya Undang-Undang Nomor I Tahun 2013 Tentang LKM akan dapat memfasilitasi
masyarakat pengusaha mikro untuk mendapatkan kredit lunak.
Melalui program KUR, pemerintah
telah menyalurkan dana cukup besar bagi pengembangan ekonomi masyarakat yang
merupakan bagian dari semangat Nawa Cita Presiden Joko Widodo yang menginginkan
pembangunan Indonesia dari pinggir, yakni dari pedesaan. Pada tahun 2015, dana
KUR yang disalurkan pemerintah dari APBN sebesar 30 Trilyun. Jumlah tersebut
ditingkatkan menjadi 103 Trilyun tahun 2016.
“Banyak masyarakat yang tidak
mendapatkan akses KUR. LKM Desa hadir sebagai penyambungnya dengan masyarakat.
Masyarakat sebenarnya banyak yang layak mendapatkan kredit tersebut. Namun,
karena terkendala persyaratan perbankan yang cukup selektif. Dengan adanya LKM
Desa yang dikelola Pemerintah Desa akan lebih memudahkan masyarakat. Karena
Kepala Desa akan mengetaui pasti kondisi masyarakatnya yang layak mendapatkan
kredit”, ungkap Roberto Akyuwen, Analis Eksekutif Senior Bidang Pengembangan
LKM Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Pusat di Aikmel, Kamis (31/3).
Langganan:
Postingan (Atom)












