Selasa, 29 Desember 2015

Menuju Puncak Rinjani, Menanti Sunrise... (2)


Selasa malam/ Malam Rabu, 21 Juli 2015

Selepas shalat Magrib kami lanjutkan dengan membaca Surah Yasin bersama, diteruskan Do’a memohon keselamatan dalam perjalanan menuju puncak dini hari nanti. Ada perasaan tentram setelah kami selesai dan tak merasa kami berada ditempat jauh dari keluarga, yaa.. serasa berada dirumah, letih yang kami rasakan setelah perjalanan dua hari ini tak berasa. Wallahu a’lam... Setelah Shalat Isya kami makan malam dengan lauk sayur seadanya, ditambah “teloq pindang”,plus “sambal terasi” yang terasa uennakk banget, istilahnya “Nyengkruuup” sama suasana dingin bukit pelawangan ini... Abis makan acara santai sambil menikmati minuman hangat, ada banyak pilihan mulai dari teh sariwangi, susu Frisian Flags, Nescafe, Kopi Hitam, Nutrisari dddaaan makanannya adalah Poteng+Timbung, Keciput,Jaje Bawang, Jaje /Gula Jae, Kuping Gajah, kacang telur, dan lain-lain.. Pokoknya Mantabbbsss heheheee.. 

Menikmati Sunset dari Pelawangan Sembalun..
Sembari menikmati semua itu tadi kami memeriksa barang bawaan yang akan kami bawa dan perlengkapan buat muncak dinihari nanti, mulai dari tissue untuk lap ingus (kalo pake kain idung bisa lecet), air minum, permen, minyak kayuputih, frescare, air minum botol tanggung (sayangnya punya saya ketinggalan ditenda saat ganti tas),HP, kamera, dompet dan barang berharga lainnya (waspada lebih baik daripada tidak). Disela-sela suasana agak dingin itu kami diajak maen tebak-tebakan oleh kawan-kawan dari jakarta yang tendanya disebelah kami, lucu juga fikir saya... 

Bapak Negara bersama Bapak Negeri heheheee...
Jam 9.00 kamipun tidur dan tidak lupa do’a sebelum tidur ... Baru saja kami mulai berada di ambang mimpi alias Bruq Klelep, eeh dari sebelah ada yang teriak-teriak “Aro Idik Gamak Inaak” berulang kali... lalu terdengar suara seperti orang muntah-muntah “OOOAAAAQQQ” sayup-sayup terdengar ada yang memarahi si orang yang muntah itu “makanya tadi aku sudah kasitau, jangan terlalu banyak bercanda yang tidak-tidak, “Yeee wah Upaqmu!!!” Hmmm... ada-ada saja fikirku. Kuperbaiki posisi tiduruku dan resleting sleeping bag dan coba pejamkan mata lagi... Saat baru saja anak terlelap “Eh, coba dengar ada suara seperti orang minta tolong” kata salah satu dari tenda sebelah, memang sambil lalu terbawa hembusan angin ada teriakan “Toloooong..toloooong... Aiiiir... Aiiiir...” selain itu juga terdengar suara gonggongan anjing.. Beberapa orang berhamburan dari tenda menuju tempat mata air sambil membawa pedang dan pisau, kami memutuskan diam di tenda karena sudah banyak bantuan dan yang ditolong sudah nampak kembali dari kejauhan. Sambil mencoba pejamkan mata saya merenung mungkin ini yang sering diceritakan tetua ditempat kami bahwa jangan berbuat atau berucap yang tidak-tidak kalau di Gunung karena ada penghuni lain disana... Jam 12.00 atau jam 00.00 kami berempat berangkat, Cikgu Samm ga ikut karena merasa ga kuat, yaah memang sebaiknya istirahat daripada memaksakan diri. 

Saat berangkat menuju puncak rombongan kami adalah yang pertama, hampir salah jalur, kami akhirnya menunggu rombongan lain yang lebih faham jalur. Tapi nampaknya rombongan kedua dan ketiga setelah kami sma juga, tidak faham jalur? karena begitu kami berhenti, mereka juga berhenti, kami jalan, mereka juga jalan, mereka mendahului rombongan kami saat ada tim lain yang nampaknya sudah hafal jalur ini.. Kami tetap menjaga ritme jalan supaya tenaga tidak terlalu diporsir. Bila ada kami temui tebing, kami berhenti dan berlindung dari kerasnya hembusan angin, (kalo naik motor dengan kecepatan 80/90 km/jam terdengar suara ssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssss ) angin juga membawa butiran-butiran embun yang terlihat kerlap kerlip terkena senter kepala... 

Dalam perjalanan ini ada juga yang muntah-muntah dan akhirnya memutuskan kembali, “ye Bedugaq lasingan”, kata salah satu temannya. Awalnya takut menengok ke kiri dan kanan tebing curam karena SubhanAllah... kami berjalan di punggung tebing yang lebarnya berapa yaa??? pokoknya hanya bisa “beselewanan” dua orang, saat kami berhenti untuk minum, memperbaiki sepatu, sekedar istirahat, ku beranikan seskali menengok ke kiri terlihat kerlap kerlip lampu-lampu jalan dan atau rumah, kanan (Terlihat di bawah seperti nyala Api Unggun yang tak padam, tapi ternyata itu adalah nyala lava Gunung Baru /Anak Gunung Rinjani) lain lagi kalo melihat ke belakang (Nyala lampu senter yang beriring-iringan seperti pawai tujuhbelasan semakin membuatku bersemangat) Lain pula kalo mendongak ke atas belum juga terlihat ujungnya, aku tetap menguatkan hati dan tubuhku dengan tetap membaca basmalah setiap mulai melangkah, ayat kursi, al Fatihah, An Naas dan lain-lain,saat kaki ini terbenam dalam pasir bercampur krikil aku bertakbir “Allahu Akbar” begitu terus menerus hingga sampai disebuah tebing yang cukup tinggi kami bertiga (Iwan, Paman Semmy dan aku) beristirahat bersama beberapa orang pendaki lokal dari Lombok Tengah sembari menunggu Pak Guru Ahsan. 
Bentar lagi Sunrise,,, Bubar jalan..

Semakin lama angin yang berhembus makin kencang, dan dengan kondisi semakin banyak rombongan yang datang dan ingin berlindung dari angin kamipun berdesakan dengan tujuan agar semakin hangat. Dari tempat kami berlindung sekitar sepuluh meter lagi kami sampai di puncak Gunung Rinjani, tapi karena lama duduk dibawah tebing banyak rombongan yang mendahuli ke sana. Yaahhh akhirnya kami mendapat posisi agak dibawah, ga papa lah yang penting aman, daripada memaksakan diri ke pucuknya itu yang udah padat pengunjung. 

So0 Beautifull..


With Mister anu... eh Lupa namanya, heheheee


Blitz camera kalah ma SUNRISE jadi ga kliatan wajah kita..

Pak Guru kakinya Kram nih, jd musti rehat sejenak baru meluncur ke Base Camp...

Jam 5.00 lebih, lupa persisnya, akhirnya di sebelah timur mulai muncul garis oranye,ada yang bilang merah muda pertanda sebentar lagi Matahari Terbit. “Momen” yang luar biasa, melihat Matahari keluar perlahan dari tempat tertinggi Pulau Lombok..Subhanallah Wabihamdihi Subhanallahil Azim, Its Amazing... 

Bersambung ..... 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar