Selasa, 29 Desember 2015

Mencapai Asa... PUNCAK RINJANI (1)


Pertengahan Ramadhan 1436 Hijriah / Awal Bulan Juli 2015...

Terdorong rasa penasaran karena selama tiga puluh satu tahun hanya memandangi keindahannya dari kejauhan, hanya pernah mendengar cerita dari teman dan keluarga yang melakukan pengobatan / terapi di “Aik KALAK” akhirnya aku memutuskan untuk ikut bergabung dengan Kak Iwan, Paman Semmy, Pak Guru Ahsan, Cikgu Samm mendaki Gunung Rinjani pada tanggal 20 Juli 2015 (3 hari setelah Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriah) 

Berbagai persiapan aku lakukan antara lain selalu menyempatkan olah raga, karena saat itu bulan PUASA sekedar jalan cepat setiap pagi setelah shalat Subuh dan setelah berbuka puasa (sekalian nurunin makanan) atau main bola di halaman rumah sama anak-anakku, minum vitamin 2 kali sehari saat berbuka puasa dan sahur. Karena ini baru pertama kalinya, aku tidak punya perlengkapan Gunung sehingga harus beli Jaket Parasut, Celana Gunung dan Sarung Tangan. Sementara sepatu, masker, head lamp, dan lain-lain aku pinjem. Selain itu kami juga urunan untuk sewa tenda, sleeping bag, tas caril, transport PP, Bahan Makanan, Obat-obatan dll. Dan, ternyata... Kalo mau mendaki gunung itu musti kaya (persiapan ini, itu, lumayan juga biayanya)

Senin, 20 Juli 2015 Saat yang dinanti tiba....


Sekitar jam 05.00 aku sudah bangun, mempersiapkan segala sesuatu dalam tas kecil/tas depek. Setelah Shalat aku berangkat ke Praya dulu karena ada laporan yang akan kutitipkan pada salah seorang teman kantor. Jam 07.30 aku sudah sampai di rumah, dan langsung bergegas karena mobil Panther Open cab yang mngantar kami sudah di depan rumah. Lima belas menit kemudian kami berangkat...


Pendakian di Mulai...


Sekitar Jam 12.00 kami tiba di Sembalun Lawang, setelah memeriksa kelengkapan tas dan perlengkapan lainnya kami berangkat. Namun sebelum itu... Berdo’a Dulu.. Semoga semua berjalan lancar tanpa hambatan... Amin...


Dengan restu orang tua... kami brangkatttt...



Banyak Momen yang tak ingin kami lewatkan begitu saja sambil istirahat, JEPREEEET....
Mungkin ini salah satu yang membuat perjalanan kami sangat-sangat santai... 

Sbelum masuk hutan, makan jeruk dulu...
 
Pos I, tempat dimana perut ini mulai ga karuan, mules dll.. untung ada Madu..


Pos II, Istirahat Sholat ashar di sini, sembari ambil air buat masak. Mata airnya tuh tidak lebih besar dari air ken....

Lupa persisnya jam berapa, POS II (Tengean) disini kami istirahat untuk Shalat Ashar dan Ngambil air untuk memasak karena di Pos III tidak ada Mata Air, sementara kami akan bermalam di pos III (Kokoq Besi)

            Perjalanan dari POS II menuju Pos III kami rasakan sangat jauh karena kaki mulai terasa berat, sementara matahari mulai redup dan akan segera tenggelam. Oleh karena itu kami mempercepat langkah agar sampai di Pos III sebelum gelap. Informasi yang kami peroleh dari beberapa orang yang berpapasan dengan kami ternyata Pos III penuh dengan tenda pendaki. Dan sekitar 100 meter sebelum sampai Pos III kami melihat ada tanah agak lapang dibawah jembatan KokoQ Besi dan tanpa fikir panjang kami turun dan melepas Cariel masing masing. Tenda didirikan dan kamipun langsung berpencar karena perut sudah nggak tahan pengen mengurangi bebannya hehehe... Setelah masing-masing anggota tim melaksanakan tugasnya kami shalat Magrib bergantian, lalu makan malam, shalat Isya trus minum kopi sambil bikin api unggun...Jadi inget masa-masa SMU, (aktif di Pramuka) saat-saat Rihlah sama temen kampus dulu.. Mantabbbb,

Selasa 21 Juli 2015...

          Jam 06.30 pagi kami sudah berangkat menuju ke Pos PELAWANGAN yang katanya paling jam 12 siang sudah sampai, tapi alamaaakkk....??? ini dia pertarungan sebenarnya, jalannya menanjak terus dan lagi dan satu bukit terlewati masih ada lagi didepannya...
Hampir sampai ditempat bernama Cemara Gupung...


kita kesanaaa 






Akhirnya......

            Sekitar jam 2 siang aku tiba di Pelawangan Sembalun, rame banget... dari ujung sampai ujung dekat pepohonan cemara penuh dengan tenda. Hampir tidak ada tempat landai yang kosong, kecuali di dekat posko yang sudah di Booking oleh “Tim Jejak Petualang” kata salah seorang temen dari Masbagik yang menjadi pemandu mereka.. Selain Tim Jejak Petualang sekitar 60 orang, ternyata ada Tim Pendakian Santai Rinjani dari Jakarta sekitar 120 orang, belum touris mancanegara yang terpencar disana sini, pendaki lokal tradisional yang hanya membawa tarpal dan tikar, dan tim kecil yang beranggotakan 4 atu 5 orang seperti kami. Asli rame banget....


Gara-gara bolak-balik nyari temen, ada yang telat makan niiih...
Susana Makan Sore bagi Rombongan ke-2 dan ke-3 berlangsung sedikit emosional, Gara-gara gak kompak jalannya, aku terpisah dengan rombongan semenjak di Bukit Cemara Gupung.
Ceritanya sejak berangkat dari pos III kami membagi diri jadi 2 tim, tapi diperjalanan malah aku yang terpisah sendiri dari tim 2. Sebenarnya aku sampai di Pelawangan satu jam yang lalu, tapi setelah beberapa kali mengitari sekitar posko aku tidak jua menemukan TENDA atau anggota Tim I (Iwan n Ahsan). Kucoba hubungi mereka lewat Handphone tak satupun yang bisa karena GA ADA SINYAL BROO........ sementara Handie Talki yang bawa Mr. Ahsan di Tim I dan Paman Emmy di Tim II.


Akhirnya aku memutuskan untuk duduk menanti sambil bersandar pada Cariel ku ditengah-tengah rombongan anak Masbagik yang tengah asyik makan siang pake INDOMIE... Sampai akhirnya aku melihat tubuh yang aku kenal dari kejauhan, Baru saja sampai Pelawangan itulah Tim 2 yang tadi di belakangku. Aku memutuskan “TURUN BUKIT” untuk menghampiri mereka karena aku tidak menemukan 2 orang yang lebih dahulu... 
 
Setelah istirahat sejenak kami bertiga berangkat lagi ke bukit tempatku menunggu tadi, dan lanjut satu bukit lagi, dan satu lagi, hingga akhirnya kulihat seseorang melambaikan tangan ke arah kami dari kejauhan.. Itu Iwan.... Syukurlah akhirnyabisa beristirahat dan langsung tancap gas Makan Sore tanpa pedulikan apapun, siapapun hehehee...Setelah beres-beres barang di tenda, kami menikmati Indahnya Senja dan Segara anak dari atas saat sesekali kabut berlalu, segelas kopi hangat dan sebatang rokok sungguh nikmat...

Cikgu Sammm..

Itteee...

Paman Semmy

Pak Guru Ahsan

BERSAMBUNG......










Tidak ada komentar:

Posting Komentar